Buku Tamu
Photobucket
Keadaan Cuaca :
Kota Pangkal Pinang Click for Pangkalpinang, Indonesia Forecast

Bagi kebanyakan orang, terkena penyakit usus buntu (apendisitis) selalu dikaitkan dengan terlalu banyak makan biji-bijian , misalnya cabai atau jambu biji. Padahal, ungkap Dr.Lakshmi Nawasasi, SpB, ahli bedah di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Timur dan RS Mitra Keluarga Depok, tidaklah demikian.

Lantas, apa sebenarnya penyakit usus buntu itu? Untuk membahasnya, ada baiknya mengenal lebih dulu usus buntu atau appendix vermiformis. Menurut lakshmi, usus buntu adalah organ yang menjadi bagian usus besar. Panjangnya bervariasi, rata-rata 5-10 cm. “karena posisinya yang bervariasi, jika usus buntu mengalami peradangan sering mengakibatkan keluhan yang berbeda-beda.” Kata lakshmi.

Sejauh ini tidak ada hal spesifik  yang menjadi penyebab atau faktor resiko usus buntu. Pria lebih beresiko terkena apendisitis dari pada wanita. Faktor genetik tidak banyak berpengaruh. Dapat menyerang di segala usia.

Untuk menghindari salah kaprah, kata lakshmi, ada 6 hal yang penting  yang wajib diketahui seputar apendistis, yakni :

  1. Waspada jika sering megalami keluhan nyeri  di ulu hati/lambug atau mengalami gejala yang mirip dengan sakit maag, mengalami diare terus menerus  yang  juga  tidak kunjung reda meskipun telah di beri obat, mengalami rasa mulas yang berkepanjagan disertai dengan sulit BAB  atau BAB hanya berupa lendir serta cairan dan tidak membaik meskipun diberikan obat. segeralah konsultasi pada dokter bedah bila mengalami hal tersebut.
  2. Diagnosa apendisitis tidak terlalu disertai dengan jumlah sel darah putih / leukosit yang meningkat dalam darah.
  3. Untuk meminimalkan kompikasi setelah operasi, pembedahan dapat dilakukan  dengan laporoskopi, selain menghasilkan komplikasi  yang minimal, lama rawat juga menjadi lebih singkat.
  4. Perjalanan apendisitis sangat bervariasi. Hal ini menimbulkan banyak perbedaan antara satu pasien dengan pasien lainnya. Perbedaaanya dalam operasi, ada yang  sayatan dilakukan dikanan bawah, ada  yang  dilakukan ditengah perut atau ada yang dilakukan dengan laparoskopik. Ada yang harus disertai dengan pemasangan drain/selang diperut. Ada  yang harus disertai  dengan puasa 1-2 hari, setelah operasi selesai. Hasil akhir operasi pun berbeda tergantung  dari  tingkatan keparahan. Komplikasi setelah operasi antara lain perdarahan dan infeksi. Semangkin ringan tingkat keparahan apendisitis maka kesembuhan dan lama rawat menjadi lebih singkat.
  5. Jangan takut untuk menghadapi operasi karena pengobatan apensitis satu-satunya adalah dengan operasi, dokter bedah akan mempersiapkan kondisi pasien sampai layak untuk menjalani operasi. Selain itu dokter juga akan memilih tehnik operasi yang sesuai dengan kondisi apendisitis yang diderita. Operasi  pada tahap awal apendisitis dapat menurunkan kejadian komplikasi.
  6. Apendisitis tidak ada hubungan langsung dengan kebiasaan makan jambu biji atau buah cabai.

sumber : sobatsehat.com

Leave a Reply

Blogger Indonesia
indonesia

Jam saat ini :
Bisnis Online :
Photobucket Photobucket
Label
Pengunjung


Anda Pengunjung ke :
Jaring URL